Estimasi Biaya Pengiriman
Rp7.200 - Rp20.000 /kg
Promo GRATIS ONGKIR* ke Jabodetabek, Banten, Jabar, & Jatim dengan minimum pembelian Rp200.000. Lihat selengkapnya
Tipe ini, seperti SUGICO Aluminum Standard Pans, menggunakan paduan aluminium standar. Keunggulannya terletak pada konduktivitas termal yang sangat tinggi, membuatnya ideal untuk proses pembekuan cepat (flash freezing) atau pencairan (thawing) bahan makanan beku. Namun, permukaannya lebih lunak dan rentan terhadap goresan pisau serta oksidasi jika terkena bahan asam.
Diwakili oleh produk seperti Nakao Alumi Anodized Cake Tray. Proses anodisasi menciptakan lapisan oksida pelindung yang menyatu dengan logam dasar. Lapisan ini membuat nampan jauh lebih keras, tahan gores, dan tidak mudah bereaksi dengan makanan, meskipun konduktivitas termalnya sedikit berkurang dibandingkan aluminium mentah. Varian ini sangat disukai untuk penggunaan baking atau persiapan pastry.
Produk seperti AKAO ALUMINIUM Standard Butt No. 1 memiliki profil dinding yang sangat rendah. Desain ini memaksimalkan sirkulasi udara di sekitar produk, sangat krusial untuk mendinginkan makanan panas dengan cepat atau menata bahan baku (mise en place) di rak pendingin (chiller) dengan efisiensi ruang vertikal yang tinggi.
Efisiensi Perpindahan Panas:
Jika operasional dapur menuntut proses pembekuan daging atau seafood dalam waktu singkat, aluminium adalah pilihan superior dibandingkan material lain. SUGICO Aluminum Tray akan menyerap dingin dari blast freezer dan mentransfernya ke produk makanan jauh lebih cepat daripada nampan plastik atau stainless steel. Hal ini mencegah pembentukan kristal es besar yang dapat merusak tekstur seluler daging.
Keseragaman Pemanasan (Baking Uniformity):
Dalam aplikasi pemanggangan, seperti penggunaan Nakao Alumi Anodized Cake Tray, aluminium menyebarkan panas secara merata ke seluruh permukaan nampan. Ini mencegah terjadinya hot spots (titik panas berlebih) yang sering menyebabkan hasil panggangan gosong sebagian, masalah yang kerap ditemui pada penggunaan nampan besi atau stainless steel yang konduktivitasnya lebih rendah.
Bobot Operasional:
Untuk katering skala besar atau transportasi makanan, bobot peralatan menjadi faktor ergonomi. Tumpukan 50 unit AKAO ALUMINIUM Standard Butt akan jauh lebih ringan dan mudah dimobilisasi oleh staf dibandingkan tumpukan nampan stainless steel dengan dimensi serupa, mengurangi kelelahan kerja (work fatigue).
Aluminium vs. Stainless Steel:
Produk stainless steel seperti AG (AKAGAWA) 18-8 Deep Square atau EBM 18-8 Seasoning Tray memiliki ketahanan korosi mutlak dan sangat tahan banting. Namun, stainless steel adalah isolator panas yang buruk. Aluminium unggul dalam manajemen suhu tetapi kalah dalam hal ketahanan terhadap benturan keras dan reaktivitas kimia (tidak boleh digunakan untuk menyimpan saus tomat atau cuka dalam waktu lama tanpa lapisan pelindung).
Aluminium vs. Polipropilena (PP):
Nampan plastik seperti ENTEC Pp Color Tray atau SEKISUI Kitchen Tray sangat ekonomis, ringan, dan tersedia dalam kode warna untuk HACCP. Namun, plastik dapat retak, menahan noda bau, dan memiliki batas toleransi suhu yang sempit. Aluminium menawarkan durabilitas fisik yang lebih baik dan rentang suhu yang besar (dari deep freeze hingga oven) yang tidak dapat ditangani oleh nampan plastik standar.
Loading chat box
please wait...
Anda bisa chat secara langsung dengan
Customer Support kami untuk bertanya
Stok produk,
Pesanan,
Pembayaran,
Pengiriman,
Faktur Pajak,
Pengembalian Barang & Garansi atau kunjungi
Pusat Bantuan Kami






/P102035795-1.jpg)


